Hidayah

Mungkin sudah pernah membaca ? ALLAHU AKBAR !!!                            
Air Tawar Segar di Kedalaman Samudra                                      
                                                                                                                                                   
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi "Discovery"    
pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau. Ia seorang ahli kelautan(oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis.             
                                                                       
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat Film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.  
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut,tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.                                                                  
Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengahlautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.                                                  
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada  ayat Al-Qur'an tentang bertemunya dua lautan yang sering diidentikkan      
dengan Terusan Suez.                                                       

Ar-Rahman ayat 19-20-21: 

19. "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemu dian bertemu,   
                                                                           
20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing"          
                                                                           
22. "Dari keduanya keluar mutiara dan marjan".                             

Al Furqan ayat 53:                                                         
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."                              
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar terjemahan ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban memandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al-Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang    
hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.   
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr.Costeau pun berkata bahwa Al-Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.   
                                                                           
Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallaahul `Azhim. Maha benar Allah akan segala firmanNya.                                         
                                                                           
Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air."                                
                                                                           
Seseorang bertanya,"Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al-Qur'an."                                                                

Sumber: Majalah Percikan Iman, Edisi 4 Tahun II

Ada juga yang menafsirkan, bahwa yang dimaksud adalah sebuah muara sungai di Cape Town , Afrika Selatan. Walaupun teori ini agak lemah karena sungai tidak menghasilkan mutiara seperti dijelaskan pada QS Ar Rahman 22.   

====================================================== 

 Aku lahir dari perut ibu..

Bila dahaga, yang susukan aku….ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku….ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku… ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut….Ibu
Bila bangun tidur, aku cari….ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ….ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati….ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah…..ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya….ibu
Bila nakal, yang memarahi aku….ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma….ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah….ibu
Bila takut, yang menenangkan aku….ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk….ibu
Aku selalu teringatkan ….ibu
Bila sedih, aku mesti telepon….ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu…. .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada…ibu
Bila takut, aku selalu panggil… “ibuuuuu! ”
Bila sakit, orang paling risau adalah….ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga….ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku….ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau…. ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. …ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal…..ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku….ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku…ibu
Yang selalu memuji aku….ibu
Yang selalu menasihati aku….ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ….ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri….
Bila senang, aku cari….pasanganku
Bila sedih, aku cari….ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada….pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada….ibu
Bila bahagia, aku peluk erat…..pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat…..ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa….pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah….ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu…aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku
Setiap saat… aku akan telepon pasanganku
Entah kapan… aku ingin telepon ibu
Selalu…aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan… aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
“Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja…. masih ingatkah kau pada ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan… hanya dengan menyapa ibupun cukuplah”.

Berderai air mata jika kita mendengarnya. …….
Tapi kalau ibu sudah tiada……. …
IBUUUU…RINDU IBU…. RINDU SEKALI….
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya….
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya…… .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya…..
dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya……

Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di
dapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu  segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak
 lalu membacanya. Upah membantu ibu:
1) Membantu pergi belanja : Rp 4.000,-
2) Membantu jaga adik : Rp 4.000,-
3) Membantu buang sampah : Rp 1.000,-
4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 2.000,-
5) Membantu siram bunga : Rp 3.000,-
6) Membantu sapu sampah : Rp 3.000,-
Jumlah : Rp 17.000,-
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak , kemudian si ibu mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
1) Biaya mengandung selama 9 bulan – GRATIS
2) Biaya tidak tidur karena menjagamu – GRATIS
3) Biaya air mata yang menitik karenamu – GRATIS
4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu – GRATIS
5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh
siibu.

Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,
“Saya Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis “Telah Dibayar Lunas” ditulisnya pada muka surat yang sama.
  =====================================================

Sholat Subuh di Masjid

 

Seorang pria bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid.

 

Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.

 

ditengah jalan menuju masjid, pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor.

Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah,

dia berganti baju,berwudhu, dan, LAGI,

berjalan menuju masjid. 

 

 

Dlm perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama!
 

 

Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.

Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju,

berwudhu dan berjalan menuju masjid.

Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yg memegang lampu.

Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab “Saya melihat anda jatuh 2 kali

di perjalanan menuju masjid,

jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda.’

Pria pertama mengucapkan terima kasih  dan mereka berdua berjalan ke masjid.

Saat sampai di masjid, pria pertama bertanya kepada pria yang

membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.

Pria kedua menolak.

Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan,

lagi, jawabannya sama.

Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.

Pria kedua menjawab

 

Aku adalah Setan (devil/ evil)

 

 

Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua.
 

 

Setankemudian menjelaskan,

‘Saya melihat kamu berjalan ke masjid,

dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah,

membersihkan badan dan kembali ke masjid,

Allah memaafkan semua dosa2mu.

Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan

bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja,

kamu tetap memutuskan kembali masjid.

Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu.

Saya KHAWATIRjika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya,

jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu,

jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat..’

 

Jadi, jangan pernah biarkan Setanmendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.

Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan

dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut .

 

================================================================== 

MEJA KAYU


Cerita menarik untuk kita renungkan dan lakukan.

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan
anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia
6 tahun.Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak
menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.
Keluarga itu biasa makan bersama diruang makan. Namun, sang orangtua
yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan
mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan
garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu
itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar.
Mereka merasa direpotkan dengan semua ini.

Kita harus lakukan sesuatu, ujar sang suami. Aku sudah bosan
membereskan semuanya untuk pak tua ini. Lalu, kedua suami-istri ini pun
membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan
duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena
sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si
kakek.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka,
terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak
mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari
suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak

diam.dalam semua memandangi tahun 6 berusia yang mereka

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang
sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. Kamu
sedang membuat apa? Anaknya menjawab, Aku sedang membuat meja kayu buat
ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di
sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan. Anak itu tersenyum dan
melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul.
Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari
kedua pipi
mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini
mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Malam berikutnya mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali
makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada
piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini,
mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

Teman,
anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu
mengamati,
telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan
selalu
mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru.
Jika mereka melihat
kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang
akan dilakukan
oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu
menyadari, setiap bangunan jiwa yang disusun, adalah pondasi
yang kekal
buat masa depan anak-anak.
Anak-anak adalah duplikator kita. Apa yang baik yang kita lakukan
ditiru anak-anak kita paling2 50%, sementara apa yang buruk yang kita
lakukan ditiru 200% !

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita,
untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan
selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya
dengan tabungan masa depan.

 

 

 

——————————————————————————-
 
 
 

 

 15 Maksiat yg menurunkan ‘Bala’

 

Marilah mulai dari diri kita masing2 (ibda’ binafsika) bersama dengan umat Islam secara luas dimanapun umat islam itu berada dimuka bumi Allah ini, kita canangkan gerakan da’wah sistimatis untuk melakukan  hijratul nafsiah (hijrah jiwa raga) dan hijratul amaliyah (hijrah perbuatan) dalam bentuk meninggalkan secara total kehidupan tidak baik yang penuh maksiat yang dimurkai Allah, dan hijrah, masuk kedalam dunia amal shaleh yang penuh dengan berkah, rahmat dan ampunan Allah SWT.

Bukankah, Sudah saatnya kita, berhijrah untuk masuk dalam naungan cahaya  Iman dan Islam, taufiq dan hidayah-Nya yang sempurna.  Sudah saatnya berhijrah untuk masuk dalam da’wah Islam yang penuh dengan berkah, rahmat, hikmah, jihad, akhlaq dan ukhuwah Islamiyah yang penuh dengan kasih sayang Ilahi.  Sudah saatnya berhijrah untuk lebih peduli kepada sesama umat Islam, terutama mereka yang miskin lemah (dhu’afah) dan tertindas dgn kebijakan pembangunan (mustad’afin). Sudah saatnya Berhijrah untuk melawan kemiskinan dengan segala kekuatan harta, ilmu, iman, waktu, pemikiran ,amal sholeh, jihad dan persatuan ummat Islam.Sudah saatnya berhijrah untuk melawan kebodohan dengan selalu belajar, bertafakur, berzikir dan berdoa seorang diri ataupun bersama umat Islam. Sudah saatnya berhijrah untuk tingkatkan kesejahteraan hidup dalam naungan ridho dan ampunan Allah SWT dengan kualitas kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklhas.

Semoga dihari-hari mendatang, kebaikan demi kebaikan dapat kita lakukan, perbuatan yang penuh dengan muatan berkah, rahmat, taufiq, hidayah, inayah-Nya dan ampunan Allah SWT, serta penuh dengan       keindahan, kedamaian, kesucian, kemuliaan dan persaudaraan Islam sejati, masih Allah teteteskan karunia cahaya embun itu kepada  langkah-langkah kecil kita menuju “khusnul khotimah” sampai akhir sujud sajadah panjang …panjang sekali diliang khubur kita masing2, Amin (3X), Ya Rabbal Alamin.

Namun, kesedihan keadaan gelap gulita masih saja meliputi negara kita tercinta. Sebab, musibah kembali lagi terjadi tidak habis2nya, kemaren berita bis terguling, dua hari lalu gempa bumi di Menado berkekuatan 6.2 skala Richte terjadi lagi. Sebelumnya musibah pesawat terbang kapal laut, pengangkutan darat, musibah banjir, tanah longsor, letusan gunung api, wabah demam berdarah yang merenggut puluhan nyawa, dan akhir2 ini flu burung yang semakin ganas. KKN semakin membudaya dimana-mana dalam skala mikro ataupun makro. Bahkan konflik horizontal di Poso, perang saudara kita bangsa Indonesia di Poso, kemaren bergolak lagi yang menghasilkan kurban nyawa sampai 10 orang. Kembali kita dengan iman dan taqwa harus mensikapai ini semuanya. Ada apa lagi ini ? Kenapa musibah demi musibah, bencana demi bencana yang menelan banyak korban, menghasilkan banyaknya  kelaparan dan kemiskinan diseluruh tanah air kita ini, tidak habis2nya terjadi terus, silih berganti? Apa yang dapat kita lakukan melihat ini semuanya, agar bangsa ini pada umumnya, dan khususnya umat Islam secara mendasar, struktural dan kultural dapat bangkit kembali, keluar dari berbagai musibah dan kemelut hitam ini ? Bagaimana Islam dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah mengungkapkan masalah ini.  Ayat2 Al-Qur’an dibawah ini adalah paling tidak dapat dijadikan “Konsep kunci” renungan mendasar tentang bagaimana hubungannya antara berbagai perbuatan manusia , dosa kolektip bangsa ini, dosa KKN, dosa dalam bentuk kerjasama sistimatis yang sudah sangat “merusak (destruktip) dengan berbagai macam musibah, kerusakan ekosistem dan lingkungan dinegara kita ini.   

   “ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ‎”,

Artinya :  “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS.Ar-Rum, 30 :41).

Inilah sunatullah Kauniyah (Hukum Allah) yang pasti akan terjadi diseluruh jagad raya dan sejarah umat manusia. Berlakunya Sunatullah ini sifatnya

(1) pasti/exact bagaikan hukum besi (iron law) (Lihat QS.Al-Furqan, 25 :2 dan QS.Ath-Thalaq, 65:3); Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya(QS.Al-Furqan, 25 :2); Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi  tiap-tiap sesuatu. (QS.Ath-Thalaq, 65:3).

Sunatullah juga bersifat

(2) “immutable” (Tidak berubah-ubah), dulu, sekarang dan masa depan, kepada semua umat manusia, tanpa terkecuali, akan tetap berlaku sifat dari Sunatullah kedua ini .

“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS.Al-An’aam,6:115).

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”    (QS.Al-An’aam,6:116).

Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang [ terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunah Allah itu

(QS. Fathir, 35 : 43).

Dan yang ketiga Sunatullah ini bersifat (3) Obyektip, sebagaimana terdapat dalam QS. Al-Anbiyaa’, 21 : 105  : “Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lahumahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh”.

Dari renungan sejarah umat manusia dapat ditarik kesimpulan mendasar bahwa permulaan dari hancurnya pribadi, umat dan peradaban adalah karena tidak mau belajar dari hikmah Sejarah jatuh-bangkitnya peradaban manusia, yang tidak lain adalah belajar Sunatullah Kauniyah  (QS. Al-Ahzab, 33 : 38 & 62; Fathir,35:43; Fath, 48 :32).

Berdasarkan kajian Sunatullah tentang kehancuran suatu bangsa, umat manusia, termasuk dapat terjadi pada umat Islam, dapat dirumuskan bahwa Seluruh rangkaian problematika dunia Islam bermula ketika manusia muslim dalam struktur peradaban Islam kehilangan kemampuan dan efektifitasnya mengaplikasi kehendak Allah dalam skala ruang dan waktu :

(1) Kesalahan dlm memahami & mempersepsikan konsep (manhaj) Ilahiyyah. (2) Efektifitas tingkah laku manusia muslim yang tidak memadai.   

Jika kita dalami lebih jauh, ternyata  kedua kesalahan dualisme  diatas (al-izdiwajiyyah) saling terkait dalam sebuah proses Sunatullah sebab-akibat . Kesalahan pada krisis pemikiran pertama bersifat prinsipil, krn langsung berkaitan dengan kerangka berpikir (pola pikir/set of mind).  Kesalahan kedua bersifat aplikatif karena terkait langsung dengan kerangka bertindak /pola perilaku.

Karenanya, Untuk membangun kembali peradaban Islam yang unggul, maka solusinya diperlukan proses tarbiyah (pendidikan) untuk merekonstruksi pemikiran dan pemahaman konsep (manhaj) Ilahiyyah agar manusia Muslim  mampu mencerna kehendak Allah dan Rasul-Nya. Pemahaman tentang Sunatullah adalah salah satu bagian dari konsekuensi rekonstruksi pemikiran tersebut.

Hadits akhir zaman yang keempat, dibawah ini adalah salah usaha untuk memahami Sunatullah yang bermuatan merusak (destruktip), yaitu untuk memahami dengan cermat bagaimana budaya ”maksiat” ternyata adalah penyebab turunnya berbabagi bala atau msuibah pada suatu bangsa termasuk negara kita, Indonesia ini.

”Dari Ali bin Abi Thalib ra. Dikatakannya, Rasulullah saw bersabda : ” Apabila umatku telah melakukan lima belas (15) perkara, maka bala’ pasti akan turun kepada mereka, yaitu :

  •  
    1. Apabila harta negara hanya beredar pada orang2 tertentu(komentar…monopoli).
    2. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan…(komentar…krn amanah sudah tercabut dari hatinurani…krn pekerjaan tsb dipegang oleh orang orang yang bukan ahlinya).
    3. Zakat dijadikan hutang….(komentar…seharusnya utk 8 asnaf…ttp dikhianati dan diselewengkan….krn LPZ/BAZ tidak dikelolah secara profesional dan bertanggung jawab).
    4.  Suami memperturutkan kemauan isteri…..(komentar..suami tidak berfungsi sebagai pemimpin rumah tangga, sebaliknya takut dgn isteri yang gila harta dunia dan kekuasaan).
    5. Anak durhaka terhadap ibunya…(Komentar..keluarga berantakkan krn fondasi pendidikan iman dan taqwa keluarga lemah, sehingga fikih keluarga tidak tegak, cenedrung suami, isteri, anak, tidak tahu tugas dan tanggung jawabnya masing2).
    6. Sedangkan ia berbuat baik dengan temannya..(komentar…Kasih sayang yang konkrit dan obyektip sudah hilang dalam keluarga, shg anak2 mencari kasih sayang diluar bersama dengan teman2nya sebagi pengganti kasih sayang yang hilang dari orang tua mereka).
    7. Dia menjauhkan diri dari ayahnya..(komentar…ayah keluarga tidak menjadi pemimpin dan teladan yang bertanggung jawab…tidak memimpin dan kasih sayang, bimbingan dan pendidikan/pencerahan yang hangat dgn anak).
    8. Suara2 ditinggikan didalam mesjid..(komentar…pengeras suara sering digunakan secara tidak proporsional dan arif, sehingga menimbulkan kesan negatip terhadap mesjid…shg ada guyonan…di JKT..mudah2an salah..rumah kalau dekat mesjid..harganya..murah…ini karena image negatip dari mesjid tersebut yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya)
    9. Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina diantara mereka…(komentar…masyarakat mengalami krisis kepemimpinan dan keteladan..shg..cenderung bermental tiarap..alias takut utk mengemban tugas sebagai pemimpin. Seharusnya disadari bahwa kita semuanya adalah pemimpin dimata Allah SWt..yg nantinya akan diminta pertanggungan jawab diakherat atas kepemimpinan kita, besar ataupun sekecil apapun muatan tugas kepemimpinan itu).
    10. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya..(komentar…krn mental masyarakatnya pada tiarap dan takut untuk melakukan tugas da’wah amar ma’ruf nahi munkar..mengajak yang baik dan mencegah yang mungkar….maka maraja lelalah berbagai macam kejahatan…penipuan..perampokan, pemerasan, pembunuhan..dll).
    11. Khamar (arak) sudah diminum disegenap tempat…komentar..masyarakat sudah tidak takut lagi sama Allah, bahkan lebih cinta dunia…maka…tidak merasa modern dan ketinggalan zaman..jika tidak minum arak..akibatnya..hilang kesadaran jati dirinya..hilanglah moralitasnya….sebaliknya..kerusak dan kehancuranlah yang dilakukan dalam dimensi mikro maupun makro hidupnya).
    12. Kain sutera sudah banyak dipakai/ oleh kaum lelaki…(komentar…lelaki pada umumnya..lebih mementingkan pakaian luar yang indah dan mahal..sutera..dan sudh tidak peduli dgn pakainan taqwa yang akan membahagikan kehidupan dunia dan akheratnya).
    13. Parabiduanita disanjung – sanjung…(komentar….wanita..semakin hilang kehormatan dan jatidirinya sebagai manusia terhormat…wanita semakin menjadi obyek idiologi pasar..dikomersialkan..utk…menyanyi….menari…melacur…hanya krn sulitnya ekonomi..harga diri dan aqidah/agama rela dijual belikan….shg akibatnya berkembang subur budaya pornoaksi dan pornografi).
    14. Musik banyak dimainkan……….(komentar…ini adalah ….musik yang menyebabkan..semakin jauh dari Allah..semakin cinta dunia….sehingga musik melahirkan akhlaq yang tidak beradab..cenderung anarkhis, merusak dan lupa terhadap Allah SWT).
    15. Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat)…

(.Komentar…muncul masyarakat yang mudah menyalahkan generasi sahabat…generasi Al-Quran dan As-Sunnah….seperti JIL/Jaringan Islam Liberal…yang cenedrung tidak mau tunduk dan taat kepada syariat Islam dalam Al-Quran dan As-Sunnah….adalagi aliran ”Ingkar Sunnah” (dan banyak lagi aliran sesat lainnya yang sekarang subur berkembang ditanah air dan dunia Islam)….yang tidak percaya dengan sunnah Nabi yang diriwayatkan dengan para sahabat…hanya bersumber dengan Al-Quran saja…dan banyak lagi berkembang aliran2 sesat….yang semakin jauh dengan para sahabat…padahal Rasulullah saw sudah bersabda..”kurun khaira qurni…tsuma ladzi yawu nahum…tsuma ladzi ya hu nahum…kurun aku adalah kurun terbaik..kemudian kurun sahabat (tabiin)…kurun sahabat berikutnya..tabi’in..tabi’in…dan seterusnya….sejarahpun banyak mencatat perbuatan agung dan mulia karya prestatip dan produktip yang cemerlang dalam sejarah zaman keemasan Islam..tetapi..tampaknya pada zaman edan ini..semakin banyak yang tidak mengenal perjuangan dan sejarah para sahabat Rasulullah SAW).

Maka ketika itu hendaklah mereka menati angin merah atau gempa bumi ataupun mereka akan diubah menjadi mahluk lain.”(HR.Tirmidzi).

Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia telah mengalami segala apa yang telah disabdakan Rasulullah saw, yang tidak lain adalah juga Sunatullah, hanya saja belum sampai ke tingkat akhir, namun prosesnya semakin kuat mengarah kesana. Yang pasti….saudara/iku yang tercinta dan dimulaiakn Allah….jika zaman itu semakin dekat…maka dapat dipastikan…itu adalah..saat…”Ujian dasyat terhadap Iman”…sebagai renungan terakhir tulisan ini, yang disabdakan oleh Rasulullah saw….

“Dari Abu Hurairah ra.a bahwasanya Rasulullah saw bersabda : Bersegeralah kamu beramal shaleh sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang gelap. Seseorang yang masih beriman diwaktu pagi, kemudian diwaktu sore dia sudah menjadi kafir, atau (syak perawi hadits) seseorang yang masih beriman diwaktu sore, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia (HR.Muslim).

Hadits menjelaskan betapa dsyatnya dan hebatnya ujian terhadap iman seseorang diakhir zaman. Seseorang yang beriman diwaktu pagi, tiba2 menjadi kafir disore hari. Begitu pula yang beriman disore hari, tiba2 seudah kafir dipagi harinya. Begitu cepat perubahan yang terjadi. Iman yang begitu mahal, boleh gugur dalam godaan satu malam atau satu hari saja, sehingga banyak orang yang menggadaikan imannya karena hanya hendak mendapatkan sedikit harta benda dunia. Dunia lebih dicintai mereka daripada iman.

Menurut riwayat Ibnu Majah, beliau menambahkan kecuali orang yang hatinya dihidupakn Allah SWT dengan ilmu. Sebab memang ilmu adalah cahaya iman dari Allah SWT.

 Itu sebabnya nasehat Ali ra kepada kita bersama dalam hal ilmu ini : Ali ditanya mana yang lebih utama ilmu atau harta ? maka jawabnya, tentu ilmu, ditanya lagi : mengapa ? Karena katanya : Ilmu adalah warisan para Nabi, sedang harta adalah warisan Qorun. . Ilmu akan menjaga kita dimanapun kita berada.Sedang harta, justru kita yang menjaganya.Pemilik harta punya banyak musuh. Sedangkan  Ilmu akan membawa membawa kita memiliki banyak teman. Jika kita gunakan harta, maka akan susut. Sedangkan ilmu, Semakin digunakan, maka ilmu itu semakin bertambah. Pemilik harta akan ada yang menyebutnya orang pelit dan rakus. Sedangkan, Pemilik ilmu selalu dianggap mulia dan dihormati. Harta selalu dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak perlu dijaga bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya. Pemilik harta akan dihisab dihari kiamat, sedangkan  Pemilik ilmu akan diberi syafaat diakherat nanti. Dalam kurun waktu yang lama, harta akan lenyap, sedangkan dalam kurun waktu yang lama ilmu itu akan abadi.  Harta akan mengeraskan hati, sedangkan Ilmu akan menyinari hati dan Insya Allah, pemilik ilmu akan menjadi ulil albab/cendekiawan muslim (QS.Ali-Imran 190-191), sedangkan pemilik harta dipanggil besar hanya karena hartanya. Demikianlah pentingnya kita umat Islam mencari, menggali dan belajar serta berbuat dengan ilmu, agar dapat meraih kebahagian dan kejayaan didunia dan diakherat kelak.

Mudah2an Allah SWT. Menjadikan kita bersama menjadi diantara orang2 yang berilmu dan mengamalkan ilmunya, sehingga dengan itu Allah SWT. , dengan Sunatullah-Nya akan menyelamatkan iman kita dari ujian yang dasyat ini, Amin Ya Rabbal Alamin.

 

Artikel kiriman dari : mbak yayuk di Balikpapan.

 

————————————————————————————

Hati-hati pada dokter yang keliru?

Berita dari tetangga, Mungkin bermanfaat bagi kita……….

 halo rekan-rekan,

Ini tulisan yang mungkin ‘aneh’, saya sebagai seorang dokter justru meminta rekan-rekan untuk berhati-hati pada dokter. Ini mengikuti tulisan Pak Irwan Julianto di Kompas 4 Maret 2009 lalu, yaitu mengenai ‘caveat venditor’ (produsen/penyedia jasa berhati-hatilah) .

 Ceritanya begini, beberapa hari ini saya mengurusi abang saya yang sakit demam berdarah (DBD). Saya buatkan surat pengantar untuk dirawat inap di salah satu RS swasta yang terkenal cukup baik pelayanannya. Sejak masuk UGD saya temani sampai masuk ke kamar perawatan & tiap hari saya tunggui, jadi sangat saya tau perkembangan kondisinya..

 Abang saya paksa dirawat inap karena trombositnya 82 ribu, agak mengkuatirkan, padahal dia menolak karena merasa diri sudah sehat, nggak demam, nggak mual, hanya merasa badannya agak lemas. Mulai di UGD sudah ‘mencurigakan’ , karena saya nggak menyatakan bahwa saya dokter pada petugas di RS, jadi saya bisa dengar berbagai keterangan/penjelas an & pertanyaan dari dokter & perawat yang menurut saya ‘menggelikan’ . Pasienpun diperiksa ulang darahnya, ini masih bisa saya terima, hasil trombositnya tetap sama, 82 ribu.

 Ketika Abang akan di-EKG, dia sudah mulai ‘ribut’ karena Desember lalu baru tes EKG dengan treadmill dengan hasil sangat baik. Lalu saya tenangkan bahwa itu prosedur di RS. Yang buat saya heran adalah Abang harus disuntik obat Ranitidin (obat untuk penyakit lambung), padahal dia nggak sakit lambung, & nggak mengeluh perih sama sekali. Obat ini disuntikkan ketika saya ke mengantarkan sampel darah ke lab. Oleh dokter jaga diberi resep untuk dibeli, diresepkan untuk 3 hari padahal besok paginya dokter penyakit dalam akan berkunjung & biasanya obatnya pasti ganti lagi. Belum lagi resepnya pun isinya nggak tepat untuk DBD. Jadi resep nggak saya beli. Dokter penyakit dalamnya setelah saya tanya ke teman yang praktik di RS tersebut dipilihkan yang dia rekomendasikan, katanya ‘bagus & pintar’, ditambah lagi dia dokter tetap di RS tersebut, jadi pagi-sore selalu ada di RS.

 Malamnya via telepon dokter penyakit dalam beri instruksi periksa lab macam-macam, setelah saya lihat banyak yang ‘nggak nyambung’, jadi saya minta Abang untuk hanya setujui sebagian yang masih rasional. Besoknya, saya datang agak siang, dokter penyakit dalam sudah visite & nggak komentar apapun soal pemeriksaan lab yang ditolak. Saya diminta perawat untuk menebus resep ke apotek. Saya lihat resepnya, saya langsung bingung, di resep tertulis obat Ondansetron suntik, obat mual/muntah untuk orang yang sakit kanker & menjalani kemoterapi. Padahal Abang nggak mual apalagi muntah sama sekali. Tertulis juga Ranitidin suntik, yang nggak perlu karena Abang nggak sakit lambung.. Bahkan parasetamol bermerek pun diresepkan lagi padahal Abang sudah ngomong kalau dia sudah punya banyak.

 Saya sampai cek di internet apa ada protokol baru penanganan DBD yang saya lewatkan atau kegunaan baru dari Ondansetron, ternyata nggak. Akhirnya saya hanya beli suplemen vitamin aja dari resep. Pas saya serahkan obatnya ke perawat, dia tanya ‘obat suntiknya mana?’, saya jawab bahwa pasien nggak setuju diberi obat-obat itu. Perawatnya malah seperti menantang, akhirnya dengan terpaksa saya beritau bahwa saya dokter & saya yang merujuk pasien ke RS, Abang menolak obat-obat itu setelah tanya pada saya. Malah saya dipanggil ke nurse station & diminta tandatangani surat refusal consent (penolakan pengobatan) oleh kepala perawat.

 Saya beritau saja bahwa pasien 100% sadar, jadi harus pasien yang tandatangani, itu pun setelah dijelaskan oleh dokternya langsung. Sementara dokter saat visite nggak jelaskan apapun mengenai obat-obat yang dia berikan. Saya tinggalkan kepala perawat tersebut yang ‘bengong’. Saat saya tunggu Abang, pasien di sebelah ranjangnya ternyata sakit DBD juga. Ternyata dia sudah diresepkan 5 botol antibiotik infus yang mahal & sudah 2 dipakai, padahal kondisi fisik & hasil lab nggak mendukung dia ada infeksi bakteri. Pasien tersebut ditangani oleh dokter penyakit dalam yang lain. Saat dokter penyakit dalam pasien tersebut visite, dia hanya ngomong ‘sakit ya?’, ‘masih panas?’, ‘ya sudah lanjutkan saja dulu terapinya’, visite nggak sampai 3 menit saya hitung.

Besoknya dokter penyakit dalam yang tangani Abang visite kembali & nggak komentar apapun soal penolakan membeli obat yang dia resepkan. Dia hanya ngomong bahwa kalau trombositnya sudah naik maka boleh pulang. Saya jadi membayangkan nggak heran Ponari dkk laris, karena dokter pun ternyata pengobatannya nggak rasional. Kasihan banyak pasien yang terpaksa diracun oleh obat-obat yang nggak diperlukan & dibuat ‘miskin’ untuk membeli obat-obat yang mahal tersebut. Ini belum termasuk dokter ahli yang sudah ‘dibayar’ cukup mahal ternyata nggak banyak menjelaskan pada pasien sementara kadang kala keluarga sengaja berkumpul & menunggu berjam-jam hanya untuk menunggu dokter visite. Abang sampai ngomong bahwa apa semua pasien harus ditunggui oleh saudaranya yang dokter supaya nggak dapat pengobatan sembarangan? Abang juga merasa bersyukur nggak jadi diberi berbagai macam obat yang nggak dia perlukan & jadi racun di tubuhnya. 

Sebulan lalu pun saya pernah menunggui saudara saya yang lain yang dirawat inap di salah satu RS swasta yang katanya terbaik di salah satu kota kecil Jateng akibat sakit tifoid. Kejadian serupa terjadi pula, sangat banyak obat yang nggak rasional diresepkan oleh dokter penyakit dalamnya.

 Kalau ini nggak segera dibereskan, saya nggak bisa menyalahkan masyarakat kalau mereka lebih memilih pengobatan alternatif atau berobat ke LN.

Semoga bisa berguna sebagai pelajaran berharga untuk rekan-rekan semua agar berhati-hati & kritis pada pengobatan dokter.

 Kunjungi http://KonsulSehat. web.id

———————————————————————————————-

 

 

 

 

 

 

ISTERI CEREWET DAN KAROMAH KYAI
Konon hiduplah seorang kyai yang sangat alim. Di dalam dirinya jauh dari penyakit hati. Sifat sombong, rakus, iri, dengki, adigang-adigung adiguno, dan kikir sedikit pun tak berani menempel dalam relung hatinya.
Sebaliknya, yang selalu terlihat bersinar-sinar menyilaukan seperti sinar lentera di kegelapan malam adalah semua sifat-sifat utama. Sabar, narimo, tawakal, jujur, loman, dan ngalah.
Dalam setiap muthola’ah di serambi masjid kecil di pesantrennya, sang kiai tak henti-hentinya mengingatkan ratusan santri yang berguru kepadanya. Mereka menasihatkan ngugemi sifat-sifat utama itu.
“Orang itu harus sabar dan ngalah,” kata sang kiai suatu ketika.
Kemudian dua sifat utama itu diuraikan dengan penuh kebajikan dan waskita. Kata kiai, hakikat sabar itu adalah Sejating Amalan kang Biso ‘Alaf Rahmat (Allah).
Sedangkan ngalah, bermakna Ngawula marang gusti Allah. Itu artinya, orang bisa ngawula atau menghamba bahwa tidak ada kekuatan yang kuat sejati, selain kekuatan itu datangnya dari Allah. Bahwa, manusia itu hanyalah sak dermo. Tak memiliki kekuatan apapun di hadapan Allah Yang Qowiyyu dan Yang Matin.
Kiai itu terus menjelaskan dua sifat mulia ini dengan contoh-contoh sehari-hari di masyarakat. Sementara ratusan santrinya semakin meyakini kemuliaan hati sang kiai.
Mereka juga menyaksikan bagaimana setiap hari karomah yang dipancarkan dari diri sang kiai semakin bertambah. Bukan hanya di hadapan santri, karomah itu juga muncul di hadapan makhluk-makhluk lain.
Pernah suatu hari, ketika sang kiai pergi ke hutan, binatang-binatang penghuninya tampak tawadlu’ memberi salam dan hormat pada sang kiai. Bahkan hewan-hewan itu mengantarkan langkahnya sampai ke pintu rumah.
Begitulah! Bila keheningan hari ini selalu disinari sifat-sifat terpuji, siapa pun segera bisa menari dengan cahaya Ilahi.
Tapi suatu ketika sang kiai ini tidak seperti biasanya. Beliau tampak termenung di serambi masjid pesantrennya. Sinar karomah yang menyala-nyala tampak redup. Dia tampak teramat sedih.
Melihat kiainya seperti itu, datang seorang santri dan berkata;
“Kiai! Beberapa hari ini engkau tampak sedih. Selalu termenung sendiri. Kadang saya menyaksikan engkau menangis. Saya juga menyaksikan, sekarang tak ada lagi hewan-hewan hutan berucap salam kepada kiai. Sesungguhnya apa yang terjadi kiai?”
Sang kiai berucap, “Aku memang sedang bersedih. Ketahuilah santriku, aku sangat khawatir tak bisa mendekati nur Allah. Karena tujuh hari ini, semenjak aku beristrikan nyai (sebutan santri untuk istri kyai), tak seorang pun menguji kesabaranku. Istriku sekarang orangnya penyabar, tawakkal, jujur, dan loman. Tak pernah ada kata kasar yang keluar dari bibirnya. Sebaliknya, yang ada hanya kerendahan hati, dia nurut pada saya.”
“Sementara nyai yang pertama dulu, sebelum meninggal dunia, dia orangnya cerewet. Sedikit saja saya salah, pasti ditegurnya. Sedikit ada yang tidak sesuai dengan dia, pasti marah. Mungkin karena aku jauh dari ujian itu, apa yang engkau saksikan dulu tentang aku lalu sekarang mulai menjauh dariku.”
Memang benar. Karomah dan pancaran kemuliaan tak begitu saja muncul dalam diri manusia. Untuk mendapatkan ini, setiap saat kita harus diuji. Ujian bisa datang dari diri kita sendiri. Dan anak dan istri, atau lingkungan kita.
Bahkan kalau memang ujian itu sebagai jalan menuju kesempurnaan hakikat diri, harusnya tak dihindari. Sebaliknya harus dijalani.
Seperti juga kiai kita ini. Beliau bersedih, karena tak pernah lagi diuji.
Lalu, di hadapan santri ini, kiai ini berpesan; “Kesempurnaan lelaku sabar, narima, tawakkal, jujur, dan ngalah adalah ketika bertanding dengan lelaku marah dan menang-menangan. Maka jangan engkau bersedih hati bila waktunya diuji. Berucaplah: Lahaula wala quwwata illa billah. Tidak ada daya dan kekuatan sejati, kecuali dari dan dengan Allah. Insya Allah!”

 ———————————————————————————————

Bebek pun Mandi Junub ?


Adayang meyakini bahwa burung hud-hud merupakan jenis woodpecker
Dan apabila kamu junub, maka hendaklah kamu mandi. Dan apabila kamu sakit atau musafir atau habis buang air atau mencampuri wanita, dan tidak memperoleh air, maka tayamumlah dengan tanah
yang bersih.(A1-Maidah: 6)
Apakah dampak positif mandi junub bagi si bebek itu dalam proses reproduksi? Apakah manfaat itu juga bisa berlaku bagi manusia?Sehingga selain sibuk dengan flu burung juga bisa menggali keterkaitan ajaran Islam dengan perilaku burung. Bila penelitian itu membuktikan kebenaran Al Quran, sehingga semakin memantapkan iman, jadilah itu riset yang bernilai jihad fi sabilillah. Tentu saja perisetnya akan mendapatkan pahala mujahiddin. Insya Allah.

Dalam majalah A1 Mustaqbal terbitan Riyadh, Agustus 1998, Dr. A.M Bah, Ketua Islamic Guidance Society, menulis tentang keajaiban dunia satwa. Seorang petani Afrika Barat mengamati perilaku bebek di pinggiran Kota Conakry, Republik Guinea. Dia tercengang ketika mendapati bebek-bebek tersebut selalu mandi di kolam atau genangan air setiap habis berkawin. Tetapi dia lebih terkejut lagi ketika memperhatikan jika di tempat itu tidak ada air, bebek-bebek itu lantas “mandi” di pasir. Persis sebagaimana diatur Allah bagi manusia untuk mandi junub setelah bercampur, dan bila tidak mendapati air diharuskan bertayamum. Subhanallah! Nampaknya bebek Afrika lebih “beradab” daripada manusia-manusia modern yang habis bercampur langsung pakai baju dan berlalu begitu saja.

Al Quran mengisyaratkan bahwa kita bisa belajar dari binatang. Dalam surat An-Nahl ayat 66 Allah swt. berfirman, “ Wa inna lakum fil an’ami la ‘ibratan”, sesungguhnya pada binatang ternak ada pelajaran bagimu. Manusia dari awal sudah belajar dan burung. Surat Al Maidah ayat 31 berbunyi, “Faba’atsallahu ghuroban yabhatsu fil¬ardli liyuriyahu kaifa yuwaari saw-ata ahihi” menjelaskan ketika anak Nabi Adam, Qabil membunuh saudaranya, Habil, Allah swt. mengutus burung gagak untuk mengajarkan cara mengubur mayat saudaranya. Burung hud-hud menjadi kepercayaan Nabi Sulaiman dalam mencari informasi luar negeri dan membawa surat diplomatik kepada Ratu Bilqis, ini tercantum dalam surat An-Naml ayat 20-28.

Ada yang meyakini bahwa burung hud-hud merupakan jenis woodpecker. Burung ini menurut Harun Yahya membuktikan salah satu keajaiban ciptaan Allah. Berdasarkan laporan di Jurnal Deutscher Tachen Buch Verlag, Oktober 1993, burung itu bisa melobangi batang kayu yang keras dengan paruhnya yang lancip, dengan kecepatan 43 kali patukan per detik tanpa merasa kesakitan. Kalau manusia melakukan ini dia akan gegar otak, karena ibarat memukul paku ke tembok dengan kepala. Ternyata tengkorak burung hud-hud memiliki sistim suspensi luar biasa, rahang dan urat mukanya sangat kokoh sehingga bisa meredam efek pukulan yang kuat selama pematukan. Allahu Akbar.

 

Setiap pagi buta ayam jantan, sejenis burung juga, diperintah Allah swt. mengajari manusia untuk bangun dengan cara berkokok secara rutin saat shalat subuh. Dalam surat Al An’aam ayat 38 Allah swt. menyatakan bahwa burung-burung itu merupakan komunitas seperti manusia, “Wama min daabbatin filardi wala tho-irin yatiru bijanahaihi ilaa umamun amtsalakum”
Dan tidaklah binatang melata di bumi dan burung yang terbang dengan sayapnya di udara kecuali mereka merupakan umat semisal kamu.

Bebek juga merupakan sejenis burung berkaki ceper yang bisa berenang, termasuk dalam famili Anatinae dan ordo Anseriformes. Sebagai sesama umat, tidak mustahil mereka kadang-kadang berperilaku mirip manusia. Memang untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut dan mendalam. Apakah unggas lain juga punya perilaku lain yang mirip dengan ketentuan agama?

Ini merupakan tantangan besar bagi para sarjana muslim ahli ilmu hewan.

Disadur dari tulisan :

Ir.H.Bambang Pranggono MBA, IA

 

 

 

 

2 responses to “Hidayah

  1. sigit warsito

    mb/mas tolong kalau nanti kumpul2 di tretes tolong di data (kembali) masing2 e mail teman2 agar kita bisa ngobrol atau kontak.trims

  2. Watiek Setiaboedi

    hei teman2 ,aku setuju deh apa katanya mas sigit tentang email, jangan lupa biar komunikasinya nggak putus .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s